
SMANSARA.COM— Hiruk-pikuk pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 1 Jepara periode 2026/2027 mulai terasa di lingkungan sekolah. Di antara gagasan dan visi yang ditawarkan para kandidat, pasangan calon nomor urut 2 hadir dengan perhatian pada satu hal: bagaimana membuat suara siswa tidak berhenti sebagai masukan, tetapi benar-benar memiliki ruang untuk didengar dan ditindaklanjuti.
Pasangan Penina Pauline dari kelas XI.10 sebagai calon Ketua MPK dan Mochammad Asyakul Latif dari kelas X.3 sebagai calon Wakil Ketua MPK membawa gagasan tentang MPK yang lebih aktif, terbuka, dan dekat dengan siswa. Keikutsertaan keduanya dalam pemilihan didorong oleh keinginan untuk terus aktif berorganisasi sekaligus mengembangkan potensi diri di lingkungan sekolah.
Bagi paslon nomor urut 2, MPK memiliki peran penting sebagai jembatan antara siswa dan pihak sekolah. Karena itu, mereka menempatkan tiga hal sebagai fokus utama, yaitu optimalisasi pengawasan terhadap kegiatan OSIS, pembenahan kekompakan internal organisasi, serta penyediaan wadah aspirasi yang terbuka dan transparan.
Keinginan tersebut kemudian diarahkan pada langkah awal berupa pembenahan internal MPK. Penina dan Latif ingin membangun kerja sama yang solid di antara pengurus agar fungsi pengawasan terhadap program kerja OSIS dapat berjalan lebih maksimal. Bersamaan dengan itu, mereka juga berencana lebih aktif turun langsung untuk menyerap aspirasi siswa.
Program Smansara Bersuara menjadi salah satu sarana yang akan dilanjutkan dan dioptimalkan. Setiap aspirasi yang masuk melalui formulir akan dihimpun dan diolah sebelum didiskusikan bersama pihak kesiswaan. Setelah pembahasan dilakukan, hasil diskusi serta tindak lanjut dari kesiswaan akan kembali diinformasikan kepada siswa.
Bagi paslon nomor urut 2, keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Aspirasi tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi perlu memiliki proses yang jelas hingga siswa dapat mengetahui perkembangannya. Dengan demikian, suara yang disampaikan tidak berhenti pada formulir, melainkan bergerak menuju pembahasan dan tindak lanjut.
Dalam menjalankan organisasi, perbedaan pendapat antarpengurus juga menjadi hal yang mungkin terjadi. Untuk menghadapinya, Penina dan Latif mengedepankan komunikasi internal yang terbuka. Setiap perbedaan akan dibahas bersama untuk mencari solusi terbaik bagi kepentingan siswa tanpa menimbulkan konflik yang tidak diperlukan.
Melalui gagasan tersebut, paslon nomor urut 2 berharap MPK dapat hadir lebih dekat dengan siswa. Bukan hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menampung suara, keluhan, dan ide siswa secara nyata. Harapannya, seluruh siswa SMAN 1 Jepara dapat merasa didengar dan dihargai dalam membangun lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif.
