
SMANSARA.COM— Busur ditarik perlahan. Pandangan tertuju pada sasaran. Dalam beberapa detik, seorang atlet harus mampu mengesampingkan berbagai hal dan hanya memikirkan satu hal: bidikannya.
Bagi Lingga Danendra Prasetyo, momen-momen seperti itu bukan sesuatu yang datang begitu saja. Di balik keberhasilannya menjadi pemenang dalam Kejurkab Panahan Bupati Cup 2026, ada proses latihan dan persiapan yang telah dijalani selama kurang lebih dua bulan.
Latihan menjadi bagian penting dalam persiapannya. Intensitas latihan diperbanyak untuk meningkatkan kemampuan dan membangun kesiapan sebelum bertanding. Namun, persiapan Lingga tidak berhenti pada latihan. Ia juga memperbanyak ibadah sebagai bagian dari persiapan diri agar lebih tenang dan siap menghadapi pertandingan.
Setelah dua bulan mempersiapkan diri, tibalah hari yang ditunggu. Pada 29 Agustus 2026, Stadion Kamal Junaidi, Jepara, menjadi tempat berlangsungnya kompetisi panahan tingkat Kabupaten Jepara tersebut.
Perlombaan yang diselenggarakan oleh Perpani Kabupaten Jepara ini berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Kompetisi terbagi menjadi dua babak, yaitu babak kualifikasi dan eliminasi.
Berdiri di lapangan dengan busur di tangan, Lingga tidak hanya berhadapan dengan sasaran. Kondisi lapangan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Angin kencang menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi selama pertandingan.
Angin yang berubah-ubah membuat setiap bidikan membutuhkan konsentrasi lebih. Dalam situasi tersebut, kemampuan untuk tetap tenang dan menyesuaikan diri menjadi penting. Sebab, dalam panahan, selisih sedikit saja dapat menentukan ke mana anak panah akan melaju.
Namun, pertandingan bukan hanya tentang seberapa tepat sebuah anak panah mengenai sasaran. Bagi Lingga, setiap bidikan menjadi bagian dari proses untuk belajar. Bidikan yang berhasil memberikan keyakinan, sementara bidikan yang kurang tepat menjadi kesempatan untuk mengetahui apa yang masih perlu diperbaiki.
Pada akhirnya, proses tersebut membuahkan hasil. Lingga Danendra Prasetyo berhasil menjadi pemenang dalam Kejurkab Panahan Bupati Cup 2026. Pencapaian tersebut menjadi buah dari latihan dan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya.
Meski berhasil meraih kemenangan, perjalanan Lingga sebagai atlet belum berhenti. Justru, kemenangan tersebut dapat menjadi pijakan untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Ada harapan untuk dapat menjadi atlet panahan yang profesional. Untuk mencapainya, masih ada banyak latihan, pertandingan, dan pengalaman yang harus dilalui.
Karena satu pertandingan hanya berlangsung sehari, tetapi proses untuk menjadi seorang atlet berlangsung jauh lebih lama. Dan dari setiap anak panah yang dilepaskan, selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari—tentang fokus, ketenangan, keberanian, dan usaha untuk terus mengarahkan diri menuju sasaran yang lebih jauh.
