
SMANSARA.COM— Riuh pemirsa mengudara di lapangan utama SMAN 1 Jepara ketika satu demi satu gagasan disampaikan di hadapan para siswa. Di tengah hiruk-pikuk pencalonan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Jepara, tiga pasangan hadir membawa gagasan masing-masing tentang bagaimana organisasi siswa seharusnya bergerak.
Di antara gagasan tersebut, pasangan calon nomor urut 3 membawa satu kata yang terus mereka gaungkan: berdampak.
Qurrota Ayun, siswi kelas XI.3 yang maju sebagai Calon Ketua OSIS, bersama Fataa Asyrofi Al Ghaani Maju Mapan dari kelas X.10 sebagai Calon Wakil Ketua OSIS, mencalonkan diri dengan keinginan untuk membawa OSIS SMAN 1 Jepara menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu memberi pengaruh di luar sekolah.
“Meningkatkan OSIS menjadi lebih berdampak,” menjadi salah satu alasan yang mendorong keduanya untuk maju. Dampak tersebut mereka bayangkan tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah, tetapi juga oleh organisasi di luar sekolah hingga masyarakat umum.
Gagasan itu kemudian mereka tuangkan dalam visi: “Mewujudkan OSIS SMAN 1 Jepara sebagai organisasi yang kolaboratif, progresif, dan berdampak.”
Bagi Qurrota dan Fataa, menjadi progresif bukan sekadar menghadirkan lebih banyak kegiatan. Mereka ingin perubahan dibangun melalui proses berkelanjutan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Karena itu, salah satu misi yang mereka bawa adalah mengembangkan kegiatan yang inklusif sekaligus meningkatkan kebermanfaatannya.
Namun, perubahan tidak akan berjalan sendirian. Keduanya menempatkan kolaborasi sebagai salah satu fondasi utama. Kolaborasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengurus OSIS, tetapi juga seluruh instrumen sekolah. Di sisi lain, mereka ingin membangun budaya organisasi yang suportif dengan mengutamakan kerja sama, komunikasi, dan rasa memiliki.
Prioritas utama pasangan nomor urut 3 adalah menjadikan OSIS SMAN 1 Jepara untuk lebih progresif dari sebelumnya. Bagi mereka, progresivitas tersebut perlu berjalan beriringan dengan kolaborasi dan suasana organisasi yang hangat. Sebab, OSIS bukan hanya tentang program kerja yang terlaksana, tetapi juga tentang orang-orang yang menjalankannya.
Mereka melihat masih terdapat ruang untuk membuat peran OSIS lebih aktif, baik di dalam maupun di luar sekolah. Siswa pun menjadi bagian penting dari gagasan tersebut. Jika terpilih, mereka ingin merangkul bukan hanya pengurus OSIS, tetapi juga para siswa agar keberadaan OSIS dapat terasa lebih dekat dan relevan.
Pada akhirnya, kata berdampak kembali menjadi benang merah dari gagasan yang mereka bawa. Bagi Qurrota dan Fataa, dampak bukan hanya tentang perubahan besar yang dapat dilihat secara langsung. Lebih dari itu, mereka ingin setiap langkah OSIS memberikan pengaruh positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
Riuh pemirsa mungkin akan mereda setelah rangkaian pemaparan selesai. Namun, gagasan yang telah disampaikan para kandidat masih menyisakan satu pertanyaan: siapa yang akan dipercaya untuk membawa OSIS SMAN 1 Jepara melangkah lebih jauh?
Bagi Qurrota dan Fataa, jawabannya adalah kolaborasi.
“Bersama kami, kita berkolaborasi, bergerak, dan berdampak bagi SMAN 1 Jepara,” ujar mereka.
