Komitmen Paslon OSIS Nomor Urut 1 yang Akan Membuat OSIS SMAN 1 Jepara Menjadi Lebih SOLID

SMANSARA.COM— Musim kampanye Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Jepara tahun ini kembali membawa semangat bagi seluruh siswa. Salah satunya datang dari pasangan calon nomor urut 1 yaitu Putu Soka Dejavu Ahmad, siswa dari kelas XI.2 yang maju sebagai calon Ketua OSIS. Ia berpasangan dengan M Rafi Soebronto, siswa dari kelas X.9 sebagai calon Wakil Ketua.

Meski berasal dari angkatan yang berbeda, Soka dan Rafi tampil dengan satu gagasan yang sama yaitu menjadikan OSIS sebagai organisasi yang solid sekaligus dekat dengan siswa. Bagi keduanya, pencalonan ini bukan semata soal jabatan. Namun ada dua alasan yang membuat mereka maju sebagai calon Ketua dan Wakil OSIS. Yakni mengasah kemampuan public speaking. dan memperkaya pengalaman organisasi yang selama ini mereka tekuni.

“Menjadikan OSIS SMAN 1 Jepara sebagai organisasi yang SOLID (Sopan, Luhur Pancasila, dan Demokratis) sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi siswa di bidang akademik maupun non-akademik” begitulah bunyi visi yang mereka rumuskan. Kepada kami, Soka dan Rafi bercerita, visi tersebut lahir dari diskusi panjang di antara keduanya. Dari diskusi itulah lahir empat misi yang menjadi pijakan mereka yaitu menumbuhkan budaya saling menghargai dan beretika, menegakkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pondasi organisasi, mewujudkan kepemimpinan yang aspiratif dan demokratis, serta menyediakan wadah penyaluran bakat akademik dan non-akademik.

Namun, mendengarkan dan menindak lanjuti aspirasi siswa menjadi prioritas utama mereka. Alasannya cukup sederhana yaitu karena OSIS ada untuk siswa, sehingga ketika suara siswa benar-benar didengar dan dipahami, program-program lain akan lebih mudah terlaksana. Prioritas itu akan diwujudkan lewat program unggulan berjudul “Wadah Penyaluran Bakat Siswa dan Kotak Aspirasi”. Kotak Aspirasi ini rencananya akan hadir dalam dua bentuk sekaligus, yakni kotak saran fisik dan Google Form yang akan dibuka serta dibahas bersama guru setiap dua minggu sekali. Program ini disusun bukan tanpa alasan. Soka dan Rafi menilai bahwa setidaknya ada tiga persoalan yang masih dirasakan siswa selama ini yaitu minimnya wadah penyaluran aspirasi, kurangnya rasa kebersamaan antar kelas, serta kebutuhan akan ruang untuk menyalurkan bakat sekaligus mengurangi stres belajar. Ketiga persoalan itu ingin mereka jawab lewat program-program yang bernuansa kekeluargaan sekaligus berorientasi prestasi.

Menjalankan roda kepengurusan dengan satu visi bukan perkara mudah, apalagi bila perbedaan pendapat muncul di tengah jalan. Untuk itu, Soka dan Rafi punya pegangan yang mereka sebut “3K” yaitu Komunikasi, Kompromi, dan Koordinasi. Prinsip ini akan menjadi pijakan setiap kali perbedaan pendapat muncul, baik di antara keduanya maupun dengan anggota pengurus lain. Jalan keluarnya selalu sama, yaitu dibawa ke musyawarah bersama untuk menentukan langkah terbaik yang harus diambil. Agar aspirasi siswa tidak berhenti sekadar tercatat, paslon nomor 1 juga merancang sejumlah langkah tindak lanjut yaitu membuka Kotak Aspirasi secara rutin, mengadakan rapat untuk mendengar pendapat bersama perwakilan kelas tiap sebulan sekali, hingga menyajikan laporan secara transparan lewat mading dan akun Instagram OSIS. Rencana ini masih memerlukan persetujuan bersama sebelum benar-benar dijalankan.

Jika terpilih, Soka dan Rafi berharap bisa menghadirkan suasana sekolah yang terasa seperti rumah kedua bagi seluruh siswa. Yaitu tempat yang membuat siswa lebih kompak, lebih berprestasi, lebih didengar, sekaligus lebih nyaman dan saling peduli. Menurut mereka yang membedakan paslon nomor 1 dengan kandidat lain bukan dari janji-janji besar, melainkan komitmen yang mereka sebut “Kerja dengan Hati”. Bagi Soka dan Rafi, langkah-langkah kecil yang benar-benar terwujud jauh lebih berarti ketimbang janji yang berhenti di atas kertas. Harapan mereka, OSIS tidak lagi sekadar jadi penyelenggara acara, melainkan juga keluarga bagi seluruh siswa. Komitmen itu mereka rangkum dalam janji yang sederhana, yakni selalu amanah, transparan, dan hadir bagi siswa, tanpa membeda-bedakan kelas, jurusan, maupun kedekatan pertemanan.

Di penghujung perbincangan, Soka dan Rafi mengajak siswa yang masih menimbang-nimbang pilihannya untuk tidak hanya melihat dari sisi popularitas semata, melainkan soal siapa yang paling mau berjuang untuk semua.”Pilihlah pemimpin yang mau mendengar, bukan hanya didengar. Satu muara, sejuta harapan. Satu suara, seribu perubahan,” ujar Soka dan Rafi menutup perbincangan.

Komitmen Paslon OSIS Nomor Urut 1 yang Akan Membuat OSIS SMAN 1 Jepara Menjadi Lebih SOLID
Scroll to top