
SMANSARA.COM— Sekitar 60 peserta, baik individu maupun tim, turut ambil bagian dalam ajang SMANSARA GOT TALENT (SGT) tahun ini. Dengan mengusung tema umum “Tunjukkan Bakatmu, Bangun Kreativitas Tanpa Batas” serta tema khusus peduli lingkungan, kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya.
Proses seleksi dimulai dari tahap pertama, di mana setiap peserta diminta membuat video penampilan bakat mereka. Video tersebut kemudian dikirim melalui tautan drive yang telah disediakan panitia. Dari sana, para juri yang merupakan guru dengan keahlian sesuai bidang lomba masing-masing melakukan penilaian. Setiap cabang lomba memiliki juri berbeda, sehingga penilaian dilakukan secara lebih objektif dan profesional.
Peserta yang berhasil lolos seleksi tahap awal melanjutkan ke babak final yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026. Pada tahap ini, para finalis kembali menampilkan bakat mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Suasana final menjadi momen yang paling dinantikan, karena di sinilah kemampuan peserta diuji tidak hanya dari segi teknik, tetapi juga kepercayaan diri dan penguasaan panggung.
SMANSARA GOT TALENT tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mencari siswa-siswi yang memiliki potensi di bidangnya masing-masing. Para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili sekolah dalam ajang FLS3N. Selain itu, panitia juga bekerja sama dengan OSIS Sekbid 9 yang terdiri dari anggota Gekaes, sehingga peserta berkesempatan menjadi talent Gekaes angkatan ke-30.
Pelaksanaan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah cabang lomba yang dibuka lebih banyak. Penambahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan cabang lomba yang tersedia di FLS3N, sehingga peluang siswa untuk berpartisipasi dan berkembang semakin luas.
Meski demikian, penyelenggaraan SGT tidak lepas dari kendala. Beberapa peserta terlambat mengumpulkan karya sesuai tenggat waktu. Selain itu, sempat terjadi kendala teknis pada tautan pengumpulan yang menyebabkan peserta harus mengirim ulang karya mereka. Namun, panitia berupaya sigap mengatasi permasalahan tersebut agar proses seleksi tetap berjalan lancar.
Harapan besar pun disematkan pada para pemenang SGT tahun ini. Semoga mereka mampu melangkah lebih jauh ke FLS3N dan mengharumkan nama sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan benar-benar menjadi wadah yang merealisasikan tujuan awalnya: Membangun kreativitas tanpa batas dan menumbuhkan generasi yang peduli lingkungan melalui bakat yang mereka miliki.
