Guru Bagaikan Pupuk dan Air, Persembahan Pentas Kolosal oleh Biassukma

Persembahan Pentas Kolosal oleh Biassukma dalam memperingati Hari Guru Nasional ke-71 pada Jumat (25/11/2016) di Lapangan Utama SMAN 1 Jepara.

Persembahan Pentas Kolosal oleh Biassukma dalam memperingati Hari Guru Nasional ke-71 pada Jumat (25/11/2016) di Lapangan Utama SMAN 1 Jepara.

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-71, teater Biassukma menampilkan sebuah pentas kolosal pada Jumat (25/11/2016) di Lapangan Utama SMAN 1 Jepara setelah upacara bendera. Pentas kolosal ini disiapkan selama dua hari. Teater Biassukma menampilkan sebuah pentas kolosal dengan konsep anak nakal di sekolah yang tidak peduli dengan tata tertib sekolah. Tujuan dari drama ini supaya siswa-siswi di sekolah khususnya SMAN 1 Jepara lebih sadar dengan tata tertib yang ada di sekolah untuk melatih kedisiplinan.

Isi dari cerita ini adalah di sekolah pasti ada anak nakal, dan guru berperan dalam membangun karakter murid-muridnya namun juga membantu muridnya untuk lebih tertib dan lebih baik ke depannya. Drama ini awalnya terinspirasi oleh seorang guru di SMAN 1 Jepara yaitu Hidayat, beliau merupakan guru yang sangat memperhatikan ketertiban siswa di SMAN 1 Jepara.

“Bisa diibaratkan semua murid di sekolah bagaikan bunga yang belum mekar, dan mereka membutuhkan guru sebagai pupuk dan airnya supaya bunga itu bisa mekar,” tutur Muhammad Indra Syaputra salah satu anggota teater. (NFS)

Author: Redaksi

Pers SmansaraDotCom

Share This Post On