Majukan Indonesia Dengan Prinsip Dasar Dan Anti-Narkoba

AKBP Muhammad Suryo Saputro, S. IK sedang memberi materi tentang prinsip dasar dan bahaya narkoba pada sosialisasi di aula SMAN 1 Jepara, Sabtu (24/10) siang.

AKBP Muhammad Suryo Saputro, S. IK sedang memberi materi tentang prinsip dasar dan bahaya narkoba pada sosialisasi di aula SMAN 1 Jepara, Sabtu (24/10) siang.

Program Alumni Mengajar Surya Bhakti ’91 dan Kagama Jepara mengadakan Sosialisasi Bakti Untuk Negeri di SMAN 1 Jepara, Sabtu (24/10).

Pengembangan Diri demi Indonesia Lebih Baik menjadi tema kegiatan yang dilaksanakan di aula sekolah setempat dengan topik refleksi untuk negeri dan menjauhi narkoba.

Topik ini diambil sebagai salah satu cara penanggulangan kemerosotan moral penyebab masalah sosial yang menghambat kemajuan bangsa.

“Umur kemerdekaan suatu negara, sumber daya alam yang banyak, perbedaan ras, serta banyaknya imigran tidak mempengaruhi tingkat kemajuan suatu negara,” ujar AKBP Muhammad Suryo Saputro, S. IK selaku pemateri di depan segenap pelajar kelas 10 hingga 12 ini.

Disampaikan bahwa tingkat kecerdasan antar negara tidak mempengaruhi kemajuan suatu bangsa, karena seluruh negara di dunia tidak memiliki perbedaan signifikan terhadap kecerdasan.

“Namun, kemajuan suatu bangsa justru dipengaruhi oleh prinsip dasar dalam kehidupan,” lanjutnya.

Prinsip dasar memiliki arti penting dalam mencegah kemerosotan moral yang menyebabkan terjadinya berbagai masalah sosial dan sedang terjadi di berbagai negara, khususnya Indonesia.

Prinsip-prinsip tersebut ialah etika, kejujuran dan integritas, bertanggungjawab, hormat pada aturan dan hukum masyarakat, hormat pada hak orang lain, cinta pada pekerjaan, berusaha keras untuk menabung dan investasi, mau bekerja keras, serta tepat waktu.

Pada sesi menjauhi narkoba, terdapat fakta mengejutkan bahwa Jepara merupakan salah satu kota dengan pecandu narkoba terbanyak se-Jawa Tengah. Selain itu, terdapat 40 orang perhari yang mati karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini. Indonesia telah memasuki status ‘Darurat Narkoba’ karena banyaknya pengguna dan 40%-nya didominasi oleh generasi muda.

Narkoba sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda dan dipakai untuk campuran teh, rokok, pengobatan, serta sesajen oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, di masa sekarang penyalahgunaan narkoba meningkat pesat dan sangat mengkhawatirkan.

Penyalahgunaan ini disebabkan oleh rasa ingin tahu atau coba-coba, terpengaruh lingkungan pertemanan, pelarian masalah keluarga, kurang pahamnya tentang bahaya narkoba, dan lain-lain.

Penggunaan narkoba dapat merusak organ vital tubuh, serta merosotkan moral penggunanya. Sifat narkoba yang adiktif juga menjadi lingkaran hitam yang menjebak penggunanya. Apabila penggunaan ingin dihentikan, si pemakai akan sakaw yang berujung dengan kematian.

Karena itu, siswa-siswi diharapkan untuk menjauhi narkoba semaksimal mungkin. AKBP Suryo juga menghimbau agar siswa berani untuk melaporkan penyelewengan ini kepada pihak yang berwenang.

Maka dari itu, mari terapkan prinsip dasar dalam kehidupan kita sehari-hari serta menjauhi narkoba demi kemajuan bangsa dan Indonesia lebih baik! (Nar)

Author: Redaksi

Pers SmansaraDotCom

Share This Post On